Cash Flow = Urat Nadi Usaha

Pokoknya mau usaha apapun sing penting cash flow-nya Gan…

Yah, itu ada cuplikan perdebatan saya dengan otak dan hati saya sendiri dikala merenung dan memikirkan terhadap suatu pola bisnis yang seperti apa yang seharusnya saya miliki, saya jalankan dan saya kembangkan.

Kayaknya kali ini saya harus mengalah dengan “mereka” berdua karena apa yang mereka bilang masuk ke akal sehat saya. Seperti hal-nya aliran darah yang mengalir di dalam tubuh kita yang mengedarkan seluruh zat-zat makanan untuk seluruh organ tubuh kita, tampaknya seperti itu pula pengertian cash flow yang coba “mereka” bilang ke saya.

Sebuah usaha tanpa adanya uang yang berputar sama halnya dengan kredit macet, macet seperti parahnya jalan-jalan di ibukota manapun juga, mengesalkan, menyebalkan, bikin mati kutu, tapi kalau untuk perusahaan mungkin malah bikin gulung tikar kali ya, hehehe…

Cash flow beberapa kali telah disinggung oleh para ekonom, pebisnis, motivator bahkan oleh nenek saya, hehehe… mungkin karena perannya yang penting kali ya. Tapi dasar saya yang gak ngeh juga, saya waktu itu masih belum sepenuhnya paham, sampai pada akhirnya ketemu juga analogi cash flow dengan aliran darah di tubuh kita, ternyata perannya penting bos, menentukan mati-tidaknya usaha kita, mungkin itu sebabnya kredit yang macet mematikan banyak usaha dibawahnya hanya dalam hitungan bulan bahkan hari.

Lalu bagaimana membuat cash flow yang baik?

Sebenarnya membuat cash flow yang baik itu gampang, masalahnya justru ada di diri masing-masing pengusaha itu sendiri, misalnya tentang komitmennya terhadap pergerakan cash flow, bahwa cash flow itu harus di bedakan dengan keuangan pribadi, jadi meski pun kita sendiri yang punya tapi tidak bisa se-enak udele dewe ngambil-ngambil uang yang ada di perusahaan, tapi ternyata yang seperti ini masih belum bisa dilakukan oleh si pengusahanya, akibatnya cash flow terganggu dan akhirnya berimbas ke perusahaan.

Membuat cash flow itu sederhana saja, intinya ada pemasukan (usahakan pemasukan ini besar) dan ada pengeluaran (usahakan pengeluaran ini kecil) yang teratur dan terus berputar dengan lancar.

Lalu bagaimana membuat cash flow itu lancar?

Cuma satu kata, D I S I P L I N ….

Kalau disiplin sudah bisa diterapkan maka percayalah semuanya akan mengalir bak sungai-sungai yang berada di ketinggian, mengalirkan airnya ke tempat-tempat yang rendah dengan cepat. believe me…!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: