Archive for Desember, 2009

Cash Flow = Urat Nadi Usaha

Pokoknya mau usaha apapun sing penting cash flow-nya Gan…

Yah, itu ada cuplikan perdebatan saya dengan otak dan hati saya sendiri dikala merenung dan memikirkan terhadap suatu pola bisnis yang seperti apa yang seharusnya saya miliki, saya jalankan dan saya kembangkan.

Kayaknya kali ini saya harus mengalah dengan “mereka” berdua karena apa yang mereka bilang masuk ke akal sehat saya. Seperti hal-nya aliran darah yang mengalir di dalam tubuh kita yang mengedarkan seluruh zat-zat makanan untuk seluruh organ tubuh kita, tampaknya seperti itu pula pengertian cash flow yang coba “mereka” bilang ke saya.
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Punyaku, Punyamu dan Punya Kita…

Waktu lagi iseng nonton tayangan siaran TV dulu yang namanya “21 Jump Street” yang dibintangi oleh Jhonny Depp, pada salah satu scene-nya dimana ceritanya si Juddy (salah satu polisi yang bertugas di 21 Jump Street) hendak menyelesaikan atau mungkin tepatnya mendamaikan kedua orangtuanya yang sepertinya telah bercerai tanpa sepengetahuan dirinya, ibunya berkata kepada ayahnya ketika sang ayah menuduhnya ini dan itu lalu mempertanyakan kenapa dia melakukan ini dan itu, si ibu istri dari ayahnya ini berkata kurang lebih seperti ini, “Kamu punya milikmu sendiri, punya apa yang menjadi milik kita berdua, tapi bagaimana denganku, aku tidak punya apa yang menjadi milikku sendiri..”, mendengar perkataan istrinya itu sang ayah tertegun lalu terlihat merenung dan kian melunak.

Sahabat-sahabat semua, ternyata dalam sebuah perkawinan ada yang namanya : milikku, milikmu dan milik kita. Pengertian ketiga hal itu bermacam-macam, bisa bersifat benda/barang, bisa juga di artikan sebagai waktu: waktumu, waktu kita dan waktuku. Terkadang tanpa kita sadari kita telah merampas hak pasangan kita yaitu waktunya. Terkadang tanpa kita sadari kita telah begitu egois, yang ada hanya waktu kita sendiri, barang milik kita sendiri, waktu milik bersama, barang milik bersama, tapi tidak ada hal-hal yang menjadi miliknya, seperti misalnya barang miliknya sendiri, waktu senggang miliknya sendiri yang mungkin mau dipergunakannya untuk hang-out bareng teman-teman wanitanya semasa di SMA dulu. Selama ini hanya ada milikku, milik kita tapi tidak pernah ada miliknya (milik pasangan kita).
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar