Archive for Mei, 2009

JANGAN MATI SURI-KAN BISNIS ANDA

42-18643902Pengalaman ini saya dapatkan ketika saya mengelola bisnis saya. Seperti yang kita ketahui, setiap bisnis baru mempunyai kecenderungan ramai karena sudah kebiasaan umum kebanyakan orang untuk mencoba suatu produk atau jasa yang baru, apalagi bila jasa atau produk tersebut unik dan jarang.
Dalam perjalanannya, bisnis apapun pasti akan menemui halangan dan rintangan, entah itu yang sifatnya dari “luar” maupun yang dari “dalam”.

Ada kalanya kita merasa tidak kuat bahkan cenderung ingin menyerah saja ketika masalah itu datang, padahal itulah ujian “kenaikan kelas” kita. Bila kita sanggup melewatinya, maka kita akan bertambah kuat, dan bila tidak, maka kita akan menjadi bulan-bulanan dari permasalahan berikutnya.
Umumnya orang yang bergelut di usaha apapun pasti mau tidak mau harus menyumbangkan sebagian perhatian dan waktunya untuk di awal usahanya itu. Terkadang begitu penuhnya perhatian dan waktu yang kita berikan sampai-sampai kita menjadi tidak fokus untuk mengerjakan hal yang lainnya.
Seiring berjalannya waktu, kita akan menemui hambatan. Ketika kita berhasil melaluinya maka akan datang hambatan lainnya yang mungkin akan sedikit lebih berat dari sebelumnya. Ketika perhatian kita terbagi, mengalami masalah atau cobaan yang tidak mampu kita hadapi terkadang sebagian besar dari kita malah mematisurikan bisnisnya, bahkan ada yang benar-benar mematikannya.
Untungnya saya tipe orang yang berprinsip, insyalah, sekali buka (usaha apapun) akan terus buka walau apapun cobaannya, untuk itulah telah menjadi kebiasaan saya untuk memikirkan secara matang bisnis apa yang akan saya dirikan nanti agar saya tidak mengecewakan diri saya sendiri, karena saya menyadari, keruntuhan awal suatu bisnis adalah ketika sang founder melemah, utnuk itu saya harus mencintai bisnis yang akan saya geluti nanti, itu modal pertama saya. Hal ini sudah saya terapkan dan buktikan pada bisnis pertama saya. Mengalami kendala intern, kekurangan modal, adanya persaingan, dan hal-hal lain itulah yang pernah saya alami, namun itu semua insyalah tidak akan menyurutkan cita-cita saya untuk terus menghidupkan bisnis saya walau apapun keadaannya, insyalah.
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

IBUKU SANG BISNISMEN

working_family_womanMungkin kata-kata diatas kurang tepat kali ya. Mungkin lebih tepatnya seharusnya ditulis “Bisnis woman”
karena beliau kan wanita. Tapi istilah “bisniswoman” juga kedengaran agak janggal, apalagi jaman dulu, habisnya jarang kita dengar, nanti malah jadi lucu lagi, hehe…

Kisah ibu saya ini (saya manggil beliau mama) adalah kisah nyata yang saya sebagai anaknya boleh berbangga hati mempunyai ibu seperti beliau, cantik, baik dan otak bisnisnya encer, walaupun beliau (kalo gak salah) SD saja tidak tamat, tapi kalau mau di adu sama istri pejabat sekalipun gak malu2in deh, bahkan dulu saat beliau masih mendampingi almarhum ayah saya -ayah saya dulu adalah seorang Lurah-, beliau sangat dikagumi oleh ibu-ibu yang lain bahkan kerap menuai pujian. Mungkin ini juga hasil didikan ayah saya yang penyabar, kalem dan lurus banget hidupnya gak neko-neko, bahkan kesannya fanatik sama agama, padahal saya sebagai anaknya tahu bahwa beliau tidak seperti-seperti itu amat karena agama saja melarang kita tuk berlebihan dalam hal apapun, beliau biasa saja, sederhana, cuma beliau taat pada agamanya, konsisten, jujur, zuhud pada dunia dan merakyat. Kisah beliau mungkin akan saya tuangkan nanti, karena menurut saya menarik dan insyalah bermanfaat.

Kembali ke kisah ibu…

Awal ibu terjun ke dunia bisnis dimulai ketika beliau mengandung anak pertama setelah sekian lamanya menunggu titipan dari ilahi ini. Awal beliau bisnis inilah yang menarik untuk dibahas karena “gue banget” gitu loch, bahkan mungkin teman-teman atau pembaca blog ini juga merasa “gue banget” karena masalahnya pasti gak asing lagi di telinga temen-temen, yaitu masalah modal..
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar